CERITA DILEMA 8: PESTISIDA

CERITA DILEMA 8: PESTISIDA

1. Pendahuluan

Pestisida memang dapat membunuh hama yang menyerang tanaman , tetapi sisa-sisa pestisida yang masuk ke sistem perairan dapat membunuh plankton (makanan ikan kecil). Plankton yang masih hidup dan mengandung DDT dimakan oleh ikan-ikan kecil yang pada akhirnya dikonsumsi oleh manusia sehingga mengakibatkan keracunan.Gas yang disemprotkan dari pembasmi serangga dapat menyebabkan muntah-muntah, sesak nafas, kejang bahkan kehilangan kesadaran. Oleh karena itu setelah menyemprotkan insektisida ke ruangan, jendela harus dibuka supaya banyak udara yang masuk keruangan.Selain dari insektisida, pencemaaran lingkungan dapat juga disebabkan oleh pupuk. Sisa pupuk yang masuk ke sistem air menyebabkan ganggang tumbuh subur sehingga menutupi permukaan air (eutrofikasi).

Pestisida digunakan untuk mengendalikan keberadaan hama yang diyakini membahayakan. Misal nyamuk yang dapat membawa berbagai penyakit mematikan seperti virus Nil Barat, demam kuning, dan malaria. Pestisida juga ditujukan kepada hewan yang mampu menyebabkan alergi seperti lebah, tawon, semut, dan sebagainya. Pestisida pun digunakan dalam pengawetan makanan, seperti mencegah tumbuhnya jamur pada bahan pertanian dan mencegah serta membunuh tikus yang biasa memakan hasil pertanian yang disimpan. Herbisida juga digunakan dalam transportasi seperti membunuh gulma di pinggir jalan dan trotoar. Tumbuhan dan hewan invasif juga dapat ditanggulangi dan dicegah dengan pestisida.

Pestisida dapat menyelamatkan usaha pertanian dengan mencegah hilangnya hasil pertanian akibat serangga dan hama lainnya. Di Amerika Serikat, dperkirakan setiap dolar yang dikeluarkan untuk pestisida menyelamatkan empat dolar uang yang dapat hilang karena hama.Studi lainnya menemukan bahwa tanpa penggunaan pestisida, hasil pertanian dapat turun sekitar 10%.Studi lainnya yang dilakukan di tahun 1999 menemukan bahwa pelarangan pestisida di Amerika Serikatd dapat menyebabkan kenaikan harga pangan, hilangnya lapangan pekerjaan, dan meningkatnya penderita kelaparan.

DDT yang disemprotkan di tembok rumah dapat melawan malaria dan digunakan pada tahun 1950an dan WHO mendukung hal tersebut. Namun pada tahun 2007, sebuah studi mengkaitkan kanker payudara dengan paparan DDT pra-pubertas.Gejala keracunan juga dapat terjadi ketika DDT dan senyawa hidrokarbon berklorin masuk ke makanan manusia. Meski begitu, para ilmuwan memperkirakan DDR dan bahan kimia organofosfat lainnya telah menyelamatkan 7 juta jiwa sejak tahun 1945 dengan mencegah penyebaran penyakit malaria, wabah bubonik, tripanosomiasis Afrika, dan typhus. Meski demikian, penggunaan DDT tidak selalu efektif karena resistansi terhadap DDT telah ditemukan sejak tahun 1955, dan pada tahun 1972 19 spesies nyamuk dinyatakan telah tahan terhadap DDT.Sebuah studi oleh WHO di tahun 2000 di Vietnam menemukan bahwa pengendalian malaria tanpa DDT dapat lebih efektif dibandingkan DDT.

Penggunaan pestisida meningkatkan jumlah permasalahan pada lingkungan. Lebih dari 90% insektisida dan 95% herbisida yang disemprotkan menuju ke tempat yang bukan merupakan target. Arus pestisida terjadi ketika pestisida yang tersuspensi di udara sebagai partikel terbawa oleh angina ke wilayah lain, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran. Pestisida merupakan masalah utama polusi air dan beberapa pestisida merupakan polutan organic persisten yang menyebabkan kontaminasi tanah. Pestisida juga mengurangi keanekaragaman hayati di tanah sehingga menghancurkan habitat (terutama habitat burung), dan membahayakan satwa terancam. Distilasi global adalah proses dimana pestisida yang menguap mengalir dari lingkungan yang lebih panas ke lingkungan yang lebih dingin, terutama kutub dan puncak gunung. Pestisida ini dapat terbawa oleh angin dan terkondensasi kembali ke tanah sebagai hujan atau salju.


2. Cerita Dilema

Kamu adalah kepala rumah tangga dan produk utama Kamu adalah beras organik. Kamu adalah penghasil panen padi terbesar di daerah rumahmu. Anakmu baru-baru ini membuat keputusan untuk mengambil alih bisnis keluarga. Selain itu, Kamu mempertimbangkan salah satu dari dua rencana, yang terbaik akan memanfaatkan lahan Kamu untuk meningkatkan pendapatan keluarga Kamu . Kedua rencana adalah sebagai berikut:

a) Penyesuaian Rencana Pertanian ,penggendalian hama dan penyakit tanaman secara organik

Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi dilakukan dengan cara organik, maka tanaman bebas racun dan sehat untuk dikonsumsi. Demikian juga karena bahan-banan organik mudah terurai lagi, maka penggunaan pestisida organik tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan. Memang kamu dan tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli pestisida yang harganya relatif mahal, tetapi yang kamu butuhkan cukup dengan mengalokasikan waktu dan tenaga untuk membuatnya. Hasil panen yang didapat memang terbebas dari bahan kimia namun yang kamu pikirkan adalah pilihan ini merupakan pilihan yang tidak diinginkan oleh anakmu dikarenakan cara ini terlalu kuno dan cukup merepotkan baginya.

b) Mengintensifkan hasil panen padi dengan agar terhindar dari serangan hama dengan menggunakan pestisida DDT.

Sementara itu, Kamu sadar bahwa pestisida dapat meningkatkan hasil panen padi. Namun, lingkungan air sekitarnya pun ikut tercemar, padahal hal ini merupakan pilihan yang diinginkan oleh anakmu. Kamu tahu bahwa jika Kamu melanjutkan rencana ini dengan baik, pestisida memang dapat membunuh hama yang menyerang tanaman, tetapi sisa-sisa pestisida yang masuk ke sistem perairan dapat membunuh plankton (makanan ikan kecil). Plankton yang masih hidup dan mengandung DDT dimakan oleh ikan-ikan kecil yang pada akhirnya dikonsumsi oleh manusia sehingga mengakibatkan keracunan. Selain itu hasil panen padi yang disemprotkan pestisida dikhawatirkan berbahaya untuk dikonsumsi dikarenakan mengandung bahan-bahan kimia. Sementara peningkatan pendapatan keluarga bergantung pada potensi anakmu, mereka mengungkapkan kepada Kamu keprihatinan mereka mengenai masa depan beras – ikan.

Dilema 1:
• Bagaimana Kamu akan menanggapinya?
• Apa yang akan Kamu lakukan untuk pertanian padimu?
• Usulan yang mana yang akan Kamu pilih?
• Atau Kamu akan menolak kedua usulan tersebut ?Mengapa ?

Kamu memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan pertanian padi diserahkan kepada anakmu. Seiring berjalannya waktu beberapa tahun kemudian semakin lama hasil panen yang dikelola anakmu semakin meningkat. Namun,didaerah tempat tinggalmu banyak warga disekitar yang terjangkit penyakit kanker. Hasil diagnosis dari beberapa dokter menyatakan bahwa penyakit ini diduga karena telah menumpuknya bahan-bahan kimia yang diperkirakan berasal pestisida yang ada di makanan terutama beras sebagai makanan bahan pokok. Selain itu juga ternyata ikan-ikan yang ada disekitar tanaman padi banyak yang mati akibat dari keracunan dari sisa-sisa pestisida.

Dilema 2:
• Bagaimana kamu akan merespon terhadap peristiwa tersebut?
• Apa yang akan mempengaruhi keputusan kamu?
 Uang?
 membahayakan orang banyak?

CERITA 7: DILEMA ASAM KARBONAT PADA MINUMAN BERSODA

CERITA DILEMA 7: ASAM KARBONAT PADA MINUMAN BERSODA

1. Pendahuluan

Asam karbonat adalah asam organik dengan rumus kimia H2CO3. Asam karbonat termasuk asam lemah. Ketika karbon dioksida (CO2) larut dalam air (H2O) maka akan menghasilkan asam karbonat.
CO2 + H2O H2CO3.

H2CO3 merupakan asam karbonat (senyawa asam karbonat) yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah sendiri merupakan Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 berionisasi dalam air membentuk ion H+ dan basa konjugasinya berupa ion bikarbonat (HCO3-. ). Basa adalah senyawa kimia yang menerima ion hidrogen. Contoh, ion bikarbonat HCO3-, adalah suatu basa karena dapat menerima ion H+ untuk membentuk asam karbonat(H2CO3). Singkatnya tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Jika kita mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung H2CO3 (asam karbonat) yang mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun. Keadaan ini disebut asidosis. Efek dari hal tersebut adalah pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat karena tubuh berusaha menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan karbondioksida. Sudah pasti saat kita bernapas menjadi terengah-engah. Selain itu ginjal juga berusaha keras menetralkan keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih. Namun apabila tubuh terus-menerus mengkonsumsi H2CO3 dalam jumlah berlebih, maka ginjal pun tak akan sanggup bekerja lagi sehingga akan terjadi asidosis berat. Bila hal itu terus berlanjut maka penderita akan merasakan kelelahan luar biasa, rasa mengantuk, sering mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis tidak tertangani dengan baik maka tekanan darah akan menurun, syok, koma bahkan menyebabkan kematian.

Asam karbonat meskipun bersifat asam, tetapi jenis ini juga banyak digunakan pada minuman berkarbonat seperti yang kita jumpai di berbagai jenis soft drink. Efek asam yang dihasilkan dapat terjadi jika berlangsung pada konsentrasi asam yang tinggi sehingga menghasilkan kondisi pH larutan yang rendah. Mengingat asam karbonat adalah termasuk asam lemah maka pH larutan juga tidak akan terjadi sangat rendah. Pada konsentrasi rendah, efek asam dapat terjadi jika terkena kontak secara terus-menerus. Hal ini dapat terjadi seperti pada kasus orang yang sering mengkonsumsi minuman soft drink, maka akan ada efek pengeroposan gigi atau iritasi lambung.

2. Cerita Dilema

Kamu adalah siswa SMP kelas VIII. Kamu mempunyai seorang adik yang sangat kamu sayangi. Apapun keinginanmu dan adikmu selalu dituruti oleh kedua orang tuamu. Ayahmu bekerja di sebuah pabrik minuman bersoda dan ibumu juga bekerja di sebuah perusahaan swasta. Kehidupan keluargamu sudah cukup terpenuhi. Adikmu sangat suka minum-minuman bersoda dikarenakan ayahmu sering membawakan minum-minuman bersoda dari pabrik tempat ayahmu bekerja. Minuman bersoda sudah menjadi minuman sehari-hari bagi adikmu bahkan di dalam kulkas tersedia banyak minuman bersoda.

Dilema 1 : Menurutmu apakah kebiasaan adikmu itu baik?

Belakangan ini adikmu sering mengeluhkan giginya sakit. Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata sebagian gigi adikmu mengalami pengeroposan berupa terbentuknya beberapa lubang kecil dibeberapa giginya. Kemungkinan besar penyebab utamanya dikarenakan kebiasaannya meminum-minuman bersoda. Dokter menjelaskan bahwa didalam minuman bersoda tersebut mengandung asam karbonat yang dapat mengakibatkan pengeroposan pada gigi.

Dilema 2 : Apa tindakan kamu sebagai seorang kakak untuk memberikan pengertian terhadap adikmu setelah mendengar penjelasan dari dokter?

Beberapa bulan kemudian kamu sekeluarga melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan. Menu pembuka puasa adikmu tidak terlepas dari minuman bersoda. Untuk melepaskan kebiasaan minum-minuman bersoda sulit bagi adikmu, ditambah lagi minuman bersoda sangat menggiurkan sebagai minuman yang segar untuk berbuka puasa. Sampai suatu hari, ketika kami hendak shalat tarawih adikmu mengeluhkan sakit pada bagian perutnya. Adikmu pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter, dan dokter pun memberi tahu bahwa asam lambung adikmu sedang tinggi akibat dari berpuasa dan ditambah lagi adikmu sangat sering minum-minuman berkarbonasi menyebabkan lambung adikmu bermasalah sehingga dokter menyarankan adikmu dirawat dirumah sakit. Selang beberapa hari adikmu di rawat di rumah sakit ternyata kamu pun mendapat kabar bahwa adikmu meninggal. Dokter hanya menyatakan bahwa lambung adikmu bermasalah yaitu terjadi iritasi pada lambungnya dan penyebab utamanya adalah terlalu sering minum-minuman bersoda.

Dilema 3 : Apa yang akan kamu lakukan dalam kehidupanmu yang akan datang untuk mengkonsumsi minuman bersoda?

CERITA 6: ABS (ALKIL BENZEN SULFONAT) PADA DETERGEN

CERITA 6: ABS (ALKIL BENZEN SULFONAT) PADA DETERGEN

1. Pendahuluan

Detergen adalah pembersih sintetis campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Yaitu senyawa kimia bernama Alkyl Benzane Sulfonate (ABS) yang direaksikan dengan Natrium Hidroksida (NaOH). Bahan-bahan yang terkandung dalam detergen adalah sebagai berikut :

a. Surfaktan
Bahan kimia yang dapat digunakan berupa Sodium Lauryl Sulfonat. Bahan ini berfungsi dalam meningkatkan tingkat kebersihan.

b. Builder (pembentukan)
Berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menonaktifkan mineral penyebab kesadahan air.

  1. Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate (STTP)
  2.  Asetat : Nitril Tri Acetate (NTA), Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
  3. Silikat : Zeolit
  4. Sitrat : Asam Sitrat
  5. Filter (pengisi)

Filter adalah bahan tambahan detergen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci tetapi,menambah kualitas. Bahan pengisi menetralisir kesadahan air mencegah menempelnya kembali kotoran pada bahan yang di cuci. Contohnya adalah Sodium Sulfat.

c. Adiktif

Adiktif adalah bahan suplemen atau tambahan untuk membuat produk lebih menarik. Misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna, dsb.

Namun seiring berjalannya waktu, ABS setelah diteliti lebih lanjut diketahui mempunyai efek destruktif (buruk) terhadap lingkungan yakni sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Hal ini menjadikan sisa limbah deterjen yang dikeluarkan setiap hari oleh rumah tangga akan menjadi limbah berbahaya dan mengancam stabilitas lingkungan hidup kita.

Beberapa negara di dunia secara resmi telah melarang penggunaan zat ABS ini dalam pembuatan deterjen dan memperkenalkan senyawa kimia baru yang disebut Linier Alkyl Sulfonat, atau lebih sering jika kita lihat di berbagai label produk deterjen yang kita pakai dengan nama LAS yang relatif lebih ramah lingkungan. Akan tetapi penelitian terbaru oleh para ahli menyebutkan bahwa senyawa ini juga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit terhadap lingkungan. Menurut data yang diperoleh bahwa dikatakan alam lingkungan kita membutuhkan waktu selama 90 hari untuk mengurai LAS dan hanya 50% dari keseluruhan yang dapat diurai.

Efek paling nyata yang disebabkan oleh limbah deterjen rumah tangga adalah terjadinya eutrofikasi (pesatnya pertumbuhan ganggang dan enceng gondok). Limbah deterjen yang dibuang ke kolam ataupun rawa akan memicu ledakan pertumbuhan ganggang dan enceng gondok sehingga dasar air tidak mampu ditembus oleh sinar matahari, kadar oksigen berkurang secara drastis, kehidupan biota air mengalami degradasi, dan unsur hara meningkat sangat pesat. Jika hal seperti ini tidak segera diatasi, ekosistem akan terganggu dan berakibat merugikan manusia itu sendiri, sebagai contoh saja lingkungan tempat pembuangan saluran selokan. Secara tidak langsung rumah tangga pasti membuang limbah deterjennya melalui saluran selokan ini, dan coba kita lihat, di penghujung saluran selokan begitu banyak eceng gondok yang hidup dengan kepadatan populasi yang sangat besar.

Selain merusak lingkungan alam, efek buruk deterjen yang dirasakan tentu tak lepas dari para konsumennya. Dampaknya juga dapat mengakibatkan gangguan pada lingkungan kesehatan manusia. Saat seusai kita mencuci baju, kulit tangan kita terasa kering, panas, melepuh, retak-retak, mudah mengelupas hingga mengakibatkan gatal dan kadang menjadi alergi. Dalam jangka panjang, air minum yang telah terkontaminasi limbah deterjen berpotensi sebagai salah satu penyebab penyakit kanker (karsinogenik). Proses penguraian deterjen akan menghasilkan sisa benzena yang apabila bereaksi dengan klor akan membentuk senyawa klorobenzena yang sangat berbahaya. Kontak benzena dan klor sangat mungkin terjadi pada pengolahan air minum, mengingat digunakannya kaporit (dimana di dalamnya terkandung klor) sebagai pembunuh kuman pada proses klorinasi.

Pada percobaan tersebut dapat dianalisa bahwa deterjen itu memang mempunyai dampak buruk terhadap berbagai lingkungan kehidupan kita. Baik itu lingkungan terrestrial dimana kita hidup, kemudian lingkungan perairan termasuk organisme yang hidup di dalamnya, atau bahkan juga lingkungan kesehatan manusia sendiri yang sebenarnya tanpa kita sadari mulai perlahan-lahan menyerang kesehatan kita.

2. Cerita Dilema

Tahun 1989

Kamu adalah seorang ibu sekaligus kepala rumah tangga yang mencari nafkah kehidupan anak-anakmu. Kamu selalu mengerjakan semua pekerjaan-pekerjaan rumah dengan baik yaitu membersihkan rumah, memasak, mencuci, menyetrika dan lain-lain. Selain itu kamu adalah seorang yang bekerja sebagai buruh cuci. Sejak perceraianmu dengan suamimu hanya pekerjaan itu yang dapat kamu lakukan karena memang tak banyak uang yang kamu milki pada saat itu untuk membuka usaha. Setiap harinya biasanya mendapatkan banyak kiriman pakaian kotor untuk di cuci . Cucian tempatmu sudah terkenal dengan kualitas cuciannya yang bersih dan juga wangi. Waktu itu kamu belum memiliki mesin cuci untuk mencucinya dan untungnya kamu pun mempunyai anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas dua, ia pun terkadang membantumu untuk menyelesaikan cucianmu.

Detergen yang kamu gunakan yaitu detergen sintetik yang memiliki busa yang berlimpah dan sangat wangi dan tentu harganya juga tidak terlalu mahal. Yang penting kamu bisa mencuci pakaian dengan busa yang berlimpah. Cucian yang bersih dan wangi yang membuat pelanggan-pelangganmu sangat banyak berdatangan untuk mengantarkan baju kotornya untuk dicuci. Karena pada saat itu memang belum ada sama sekali yang memiliki mesin cuci. Kamu pun bisa membiayai sekolah putrimu dari hasil cuci + setrika tersebut.
Satu tahun waktu berlalu kamu melewati masa-masa menjadi buruh cuci. Tetapi pada saat itu kulit jari tanganmu sering merasakan gatal-gatal dan makin lama-kelamaan muncul ruam-ruam merah dan kulitnya mudah mengelupas pada kulit jarimu tersebut. Akhirnya, kamu dan putrimu memeriksakannya ke dokter, hasilnya menunjukkan bahwa kamu mengalami alergi kulit yang cukup serius dan menurut dokter hal ini disebabkan karena efek dari alergi dengan sabun detergen. Dokter pun menyarankan agar kamu berhenti mencuci pakaian dengan menggunakan detergen sintetik yang biasa kamu pakai. Memang kamu sadari bahwa detergen yang biasa kamu pakai untuk mencuci tersebut merupakan detergen yang harganya cukup murah dan terjangkau selain itu busanya banyak dan juga wangi. Akhirnya kamu pun merasakan dampak dari penggunaan detergen yang murah yang biasa kamu pakai tersebut.

Dilema 1 : Bagaimana kamu menanggapinya ? Lalu, tindakan apa yang harus kamu lakukan fakta bahwa detergen yang biasa kamu pakai tersebut ternyata berdampak pada kulit jari tanganmu?

Kehidupan pun terus berjalan, kamu tetap melanjutkan usaha cuci + setrika baju tersebut namun kamu mengganti merk detergennya dengan harga yang lebih mahal dari biasanya. Ternyata kamu cocok menggunakan detergen sintetik yang baru ini karena kulit jari tanganmu pun tidak gatal-gatal lagi.

Suatu ketika ada kerja bakti yang diadakan oleh kompleks rumahmu, keluargamu dan beberapa keluarga lainnya mendapat giliran membersihkan lapangan di dekat sungai. Saat kamu dan keluarga lainnya sedang membersihkan ujung halaman, kamu bisa melihat sungai yang mengalir. Tetapi sungai itu sudah dipenuhi dengan banyaknya limpahan busa dari limbah detergen. Hal itu kamu anggap biasa saja dan tidak terlalu menjadi masalah bagimu pada saat itu karena kamu memang tidak tahu apa dampak dari limbah detergen tersebut.

Suatu hari, saat kamu sedang mencuci baju. Kamu melihat air bekas cucian bajumu, yang begitu banyaknya busa dari detergen tersebut mengalir bergitu deras menuju saluran air (selokan) yang tentu saja akan bermuara ke sungai. Dan kamu perhatikan memang saat ini selokanmu penuh dengan gangang dan eceng gondok. Lalu kamu pun meminta putrimu untuk meminjamkan buku bacaan yang ada diperpustakaan sekolahnya mengenai enceng gondok. Adanya ledakan pertumbuhan ganggang dan enceng gondok sehingga dasar air tidak mampu ditembus oleh sinar matahari, kadar oksigen berkurang secara drastis, kehidupan biota air mengalami degradasi, dan unsur hara meningkat sangat pesat. Jika hal seperti ini tidak segera diatasi, ekosistem akan terganggu dan berakibat merugikan manusia itu sendiri, sebagai contoh saja lingkungan tempat pembuangan saluran selokan. Hal inipun tidak kamu ceritakan kepada putrimu satu-satunya. Mungkin juga belum banyak warga yang mengetahui tentang informasi ini bahwa busa detergen itu berbahaya bagi lingkungan mereka.

Dilema 2 : Bagaimana kamu menanggapinya ? Lalu, tindakan apa yang harus kamu lakukan fakta bahwa begitu banyaknya limpahan busa dari detergen tersebut mengakibatkan selokanmu dipenuhi dengan enceng gondok dan melihat dari sungai yang ada didekat rumahmu sudah mulai dipenuhi oleh busa bekas air cucian?

Langkah apa yang bisa kamu dan warga sekitar ambil pada saat itu?

CERITA 5: LOGAM BERAT DALAM AIR MINERAL

CERITA 5: LOGAM BERAT DALAM AIR MINERAL

1. Pendahuluan

Arsen (As) merupakan salah satu hasil sampingan dari proses pengolahan bijih logam non-besi terutama emas, yang mempunyai sifat sangat beracun dengan dampak merusak lingkungan. Terdapat lebih dari 25 mineral mengandung As berupa arsenida atau sulfide dengan mineral-mineral. As digunakan untuk campuran logam lain (Pb) dalam pembuatan shot (partikel bundar berukuran pasir) dan insektisida berbentuk arsenat–Ca dan Pb Arsen putih (As2O3) biasanya digunakan untuk membasmi rumput liar; sementara senyawa arsenik tertentu dimanfaatkan dalam peleburan gelas, pengawet kayu dan kulit, bahan pencelup, pigmen, obat-obatan, petasan/ kembang api, dan bahan kimia.

Penambangan cebakan logam mengandung As dan pembuangan tailing dengan keterlibatan atmosfir akan mempercepat mobilisasi unsur tersebut dan selanjutnya memasuki sistem air permukaan atau merembes ke dalam akifer-akifer air tanah setempat. Dampak negatif dari arsen bagi kesehatan manusia adalah apabila terkandung >100 ppb dalam air minum maka akan terjadi hal-hal berikut; gejala keracunan kronis berupa iritasi usus, kerusakan syaraf dan sel, kelainan kulit atau mela-noma serta kanker usus. Ini terjadi di negara-negara yang memproduksi emas dan logam dasar di antaranya Afrika selatan, Zimbabwe, India, Thailand, Cina, Filipina, dan Meksiko.

Secara alamiah, tailing terdiri dari beraneka jenis dan biasanya dibuang dalam bentuk bubur (slurry) dengan kandungan air tinggi. Tailing kemungkinan juga disusun oleh bahan-bahan kering berbutir kasar berbentuk fraksi mengapung yang berasal dari pabrik pengolahan. Pembuangan tailing merupakan masalah besar bagi lingkungan, yang menjadi lebih serius apabila keberadaannya berkaitan dengan peningkatan eksploitasi dan akibat pengolahan bahan galian logam. Dampak terhadap ekologi terutama berupa pencemaran air oleh bahan-bahan padat, logam berat, kimiawi, senyawa belerang, dan lain-lain.

2. Cerita Dilema

Kamu adalah seorang yatim piatu yang sedang duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama. Selama ini kamu tinggal bersama dengan Pamanmu yang memilki pabrik pertambangan di salah satu yang ada didekat rumahmu. Pabrik tempat pamanmu bekerja adalah pabrik yang posisinya tidak jauh dari sungai dimana sungai tersebut merupakan sumber mata air untuk kehidupan dikotamu pada saat itu. Jadi limbah-limbah dari pabrik penambangan logam berat tempat pamanmu bekerja itu dibuang ke sungai.

Kamu sangat tahu bagaimana pamanmu bekerja keras membangun pabrik tersebut dari awal hingga berdirinya pabrik yang bonafit di kotamu pada saat itu. Namun di sisi lain, dampak buruk dari adanya pabrik pamanmu itu pembuangan limbah secara terus-menerus dapat mencemari lingkungan air terutama air sungai yang ada didekat pabrik tersebut dimana kadar pH air sungai tersebut akan meningkat.

Bahan-bahan buangan limbah industri ini biasanya melibatkan penggunaan unsur-unsur logam seperti Arsen (As) salah satunya. Selain itu juga adanya logam-logam seperti timbal (Pb), Cadmium (Cd), air raksa atau Merkuri (Hg), Nikel (Ni), Calsium (Ca), Magnesium (Mg) dll. Apabila ion-ion logam berasal dari logam berat maupun yang bersifat racun seperti As, maka air yang mengandung ion-ion logam tersebut sangat berbahaya bagi tubuh manusia, air tersebut tidak layak minum. Limbah pertambangan seperti batubara biasanya tercemar asam sulfat dan senyawa besi, yang dapat mengalir ke luar daerah pertambangan. Air yang mengandung kedua senyawa ini dapat berubah menjadi asam.

Kamu pernah membaca di sebuah artikel mengenai pengaruh pembuangan limbah dari pabrik namun kamu belum paham mengenai hal itu karena pada saat itu kamu belum belajar tentang ilmu kimia. Kamu kemudian bertanya pada gurumu dan gurumu menjelaskan bahwa salah satu yang dapat dirasakan dampaknya bagi manusia yaitu air sungai akan tercemar. Kamu sekarang sudah mengetahuinya dampak negatif dari pabrik tambang milik pamanmu itu. Kamu lalu berencana ingin menyampaikan hal tersebut kepada pamanmu namun kamu takut karena akan berpengaruh pada pabrik milik pamanmu .

Dilema 1 : Tindakan apa yang akan kamu lakukan sebagai seorang siswa SMP yang telah mengetahui informasi demi kepentingan orang banyak dan juga sebagai keponakan seseorang yang memilki pabrik tersebut?

Beberapa tahun kemudian kamu sudah menjadi mahasiswa pada jurusan Teknik Kimia di Salah satu Universitas Negeri. Kamu menjadi mahasiswa berprestasi di kampus kamu pada saat itu. Pada saat lulus pun kamu menjadi mahasiswa lulusan terbaik di kampusmu. Dan kamu mendapatkan tawaran pekerjaan di berbagai perusahaan unggulan. Salah satu tawaran tersebut adalah pabrik pertambangan batu bara.
Pabrik pamanmu masih berdiri namun tidak sejaya seperti dulu karena begitu banyak warga yang mengeluhkesahkan adanya pabrik pamanmu tersebut. Pabrik pamanmu terancam bangkrut dan ditutup. Kamu merasa menyesal karena tidak mengingatkan pamanmu waktu itu. Sekarang kamu sudah tahu bagaimana cara mengatasi permasalahan yang terjadi pada pamanmu dan kamu bisa bekerja dan membantu permasalahan pabrik pamanmu itu. Mengolah limbah tersebut dengan benar sebelum dibuang. Namun, disisi lain pabrik pertambangan yang ditawarkan padamu sangat menjanjikan.

Dilema 2 : Apa yang akan kamu lakukan sebagai mahasiswa lulusan teknik kimia yang sudah paham banyak tentang ilmu kimia?